Zokeren's Blog

Just another WordPress.com weblog

kutipan May 13, 2011


Agama tidak berarti pertengkaran, penghinaan dan kata-kata kasar yang dilontarkan atas nama agama

AGAMA tidak berarti pertengkaran, penghinaan dan kata-kata kasar yang dilontarkan atas nama agama. Dalam konteks demikian, tidak ada yang memperhatikan penekanan hawa nafsu batin atau penciptaan silaturrahmi dengan yang Maha Terkasih.

Satu kelompok menyerang kelompok lain seperti di antara hewan anjing dan setiap bentuk kelakuan buruk dipertontonkan atas nama agama. Orang-orang demikian tidak menyadari apa tujuan kelahiran mereka di dunia dan apa yang menjadi tujuan pokok dari hidup mereka itu.

Mereka tetap saja membutakan mata dan bersikap jahat serta menguar kefanatikan mereka atas nama agama. Mereka mempertontonkan kelakuan buruk mereka dan menggoyang lidah mereka yang loncer guna mendukung tuhan fiktif yang eksistensinya tidak bisa mereka buktikan.

Apa gunanya agama yang tidak mengajarkan penyembahan sosok Tuhan yang Maha Hidup? Tuhan yang mereka kemukakan tidak lebih baik dari bangkai mati yang berjalan karena ditopang penyangga, dimana jika penyangganya diambil maka ia akan jatuh ke tanah. Satu-satunya yang mereka peroleh dari agama seperti itu adalah kefanatikan membuta.

Mereka sama sekali tidak takut kepada Allah dan tidak memiliki rasa asih kepada umat manusia yang sebenarnya merupakan semulia-mulianya akhlak.

(Baraahain-i-Ahmadiyyah Jilid V; Ruuhaanii Khazaa`in Jilid XXI, halaman 28, Additional Naazhir Isyaa’at London, 1984)

Diposkan oleh Bang Ali pada pukul 05:48 0 komentar untuk postingan ini

Label: Barahin Ahmadiyah

Minggu, Januari 27, 2008

Pengantar RK: Â`inah Kamâlât-i-Islâm

Halaman: 658; Tahun: Februari 1893; Bahasa: 30% Arab

Nama kedua buku ini adalah Dâfi’ul Wasâwis (penangkal keresahan-keresahan). Di dalamnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. menerangkan dengan sangat hebat kelebihan Alquran dan Islam.

Penyusun: Mukhlis Ilyas/1989; Dikutip dari Majalah Khalid, Rabwah, September 1989; Penyalin: Ahmad Jailani/2007 & A. Shaheen Ali/Januari 2008.

Diposkan oleh Bang Ali pada pukul 08:50 1 komentar untuk postingan ini

Label: Ahmad, Ahmadiyah, Ahmadiyya, Dâfi’ul Wasâwis, Islam, muslim, Â`inah Kamâlât-i-Islâm

Senin, Oktober 22, 2007

Pengantar RK: Nisyân-e-Âsmânî

Hal.: 55; Tahun: 1892; Bahasa: Urdu

Buku ini berisikan khabar ghaib yang di peroleh Gulab Syah Majzub dan Syah Ni’matullah Waliy tentang Hz.Masih Mau’ud a.s. buku ini juga di namakan Syahadatul Mulhimiin (Kesaksian Para Penerima Ilham).[]

Penyusun: Mukhlis Ilyas/1989; Dikutip dari Majalah Khalid, Rabwah, September 1989; Penyalin: Ahmad Jailani & A. Shaheen Ali.

Diposkan oleh Bang Ali pada pukul 03:46 0 komentar untuk postingan ini

Label: Ahmad, Ahmadiyah, Ahmadiyya, Islam, Nisyân-e-Âsmânî

Senin, Oktober 15, 2007

Pengantar RK: Âsmânî Faishlah

Halaman: 43; Tahun: 1892; Bahasa: Urdu

Buku ini berisi ajakan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. kepada Sayyid Nazir Hussein untuk berdebat serta menampakkan empat tanda sebagai orang mukmin, seperti yang di terangkan oleh Alquran..[]

Penyusun: Mukhlis Ilyas/1989; Dikutip dari Majalah Khalid, Rabwah, September 1989; Penyalin: Ahmad Jailani & A. Shaheen Ali.

Diposkan oleh Bang Ali pada pukul 19:12 0 komentar untuk postingan ini

Label: Ahmad, Ahmadiyah, Ahmadiyya, Islam, Âsmânî Faishlah

Senin, Oktober 01, 2007

Pengantar RK: Al-Ĥaq Mubaĥasah Delhi

Halaman: 177; Tahun: 1891; Bahasa: Urdu

Ini adalah perdebatan antara Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dengan Maulwi Muhammad Basyir Seherwani di Delhi, tentang Hidup Matinya Nabi Isa a.s..[]

Penyusun: Mukhlis Ilyas/1989; Dikutip dari Majalah Khalid, Rabwah, September 1989; Penyalin: Ahmad Jailani & A. Shaheen Ali

Diposkan oleh Bang Ali pada pukul 05:37 0 komentar untuk postingan ini

Label: Ahmad, Ahmadiyah, Ahmadiyya, Al-Ĥaq Mubaĥasah Delhi, Islam

Rabu, Agustus 29, 2007

Pengantar RK: Al-Ĥaq Mubaĥasah Ludhiyana

Halaman: 125; Tahun: 1891; Bahasa: Urdu

Berisikan perdebatan antara Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dengan Maulvi Muhammad Hussain Batalwi di Ludhiana tentang hidup matinya Nabi Isa a.s.. Di sini, beliau juga menerangkan tentang kedudukan Hadis.[]

Penyusun: Mukhlis Ilyas/1989; Dikutip dari Majalah Khalid, Rabwah, September 1989; Penyalin: Ahmad Jailani & A. Shaheen Ali

Diposkan oleh Bang Ali pada pukul 10:42

Label: Ahmad, Ahmadiyah, Ahmadiyya, Al-Ĥaq Mubaĥasah Ludhiyana, Islam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s