Zokeren's Blog

Just another WordPress.com weblog

faktor” yg mempengaruhi perilaku konsumen January 31, 2011

Filed under: perilaku konsumen — zokeren @ 6:21 am

Kotler dan Armstrong (1994) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terdiri dari:
a. Faktor Kebudayaan
Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan dalam terhadap perilaku konsumen, yang mencakup:
1) Kebudayaan
Kebudayaan adalah faktor penentu yang paling pokok dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan keseluruhan kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan yang dipelajari yang membantu mengarahkan perilaku konsumen para anggota masyarakat tertentu.
Contoh:
Minat Jennifer akan kamera merupakan hasil kemajuan suatu masyarakat modern diman teknologi kamera dan serangkaian ajaran serta nilai konsumen telah berkembang. Ia tahu bagaimana cara menggunakan kamera dan masyarakat telah menerima gagasan adanya juru potret wanita. Tapi pada budaya lain, misalnya suatu budaya primitif terpencil suku anak dalam di Jambi, sebuah kamera tidak akan mempunyai arti apa-apa, boleh jadi kamera sebuah benda aneh.

2) Sub Budaya
Tiap budaya pasti mempunyai sub budaya yang lebih kecil atau kelompok orang dengan sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. Sub budaya sebagai kelompok budaya budaya berbeda yang sebagai segmen yang dapat dikenali dalam masyarakat tertentu yang lebih luas dan lebih kompleks.
Contoh :
Minat Jennifer akan berbagai barang dipengaruhi oleh kebangsaan, agama, ras dan latar belakang geografinya. Sub budaya mempunyai arti berbeda dalam penganmbilan foto dan sub budaya dapat mempengaruhi minat Jennifer dalam memilih kamera dan merek yang dibelinya.
3) Kelas Sosial
Hampir setiap masyarakat mempunyai suatu bentuk struktur kelas sosial. Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dan teratur dalam suatu masyarakat yang anggotanya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang sama.
Contoh :
Kelas sosial Jennifer dapat mempengaruhi dalam keputusan untuk membeli kamera. Boleh jadi berasal dari kelas sosial tinggi. Dalam hal ini, mungkin keluarganya memilikikamera mahal dan mungkin telah terbiasa dengan fotografi. Kenyataan bahwa dia berpikir “akan menjadi profesional”, juga sejalan dengan latar belakang kelas sosial yang tinggi.

b. Faktor Sosial
Faktor sosial terdiri dari tiga faktor pendukung, yaitu:
1) Kelompok
Perilaku konsumtif seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil, kelompok tersebut terdiri dari kelompok primer dan sekunder. Kelompok primer dimana seseorang seseorang berinteraksi secara reguler tetapi interaksi tersebut bersifat tidak resmi (informal) seperti: keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja. Kelompok sekunder dimana seseorang berinteraksi secara lebih resmi (formal) dan tidak reguler. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah organisasi, ikatan ataupun serikat.

2) Keluarga
Anggota keluarga dapat memberikan suatu pengaruh yang kuat pada perilaku konsumtif. Keluarga dibedakan menjadi dua, yakni keluarga orientasi dan keluarga prokreasi. Keluarga orientasi yang merupakan orang tua, sedangkan keluarga prokreasi, yakni suami-isteri dan anak-anak mempunyai pengaruh lebih langsung terhadap perilaku konsumtif sehari-hari.
3) Peran dan status
Seseorang dapat berperan serta dalam banyak kelompok, seperti: keluarga, perkumpulan dan organisasi. Posisi seseorang dalam tiap kelompok dapat ditentukan dari segi peran dan status. Peran adalah suatu kegiatan yang diharapkan seseorang agar selaras dengan orang-orang sekelilingnya. Sedangkan status mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakat sesuai dengan status tersebut.

c. Faktor Pribadi
Keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, antara lain:
1) Usia
Yang diidentifikasikan yaitu seseorang dewasa mengalami perjalanan hidup atau transformasi tertentu sebagaimana mereka menjalani hidupnya.
2) Pekerjaan
Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya.
3) Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi apalagi jika seseorang tersebut mempunyai pendapatan dan tabungan yang dapat ia belanjakan.
4) Gaya Hidup
Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan di dunia ini sebagaimana tercermin dalam kegiatan, minat dan pendapatnya. Selain itu, merangkum sesuatu yang lebih daripada kelas sosial atau kepribadian orang tersebut dan menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia.
5) Kepribadian dan Konsep Diri
Setiap orang memiliki kepribadian yang khas dan tentunya akan mempengaruhi perilaku konsumen. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik dan menimbulkan tanggapan yang relatif konsisten dan tahan lama terhadap lingkungannya itu sendiri.

d. Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang utama terdiri dari:
1) Motivasi
Pada saat tertentu, seseorang mempunyai banyak kebutuhan. Suatu kebutuhan akan menjadi motif apabila ia ditumbuhkan sampai pada suatu tingkat intensitas yang cukup. Motif adalah suatu kebutuhan yang cukup menekan seseorang untuk mengejar kepuasan.
2) Persepsi
Seseorang yang termotivasi akan siap bereaksi dan bertindak. Merupakan proses dimana seseorang individu memilih, merumuskan dan menafsirkan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti mengenai dunia.
3) Belajar
Seseorang yang bertindak, maka selanjutnya adalah belajar. Belajar menggambarkan perubahan-perubahan dalam perilaku individu yang timbul dari pengalaman yang sebagian besar perilaku yang dipelajari.
4) Kepercayaan dan Sikap
Melalui bertindak dan belajar, maka seseorang mendapatkan kepercayaan dan sikap. Pada gilirannya hal ini juga mempengaruhi perilaku konsumen. Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. Sikap adalah evaluasi, perasaan dan kecenderungan seseorang yang relatif konsisten terhadap suatu objek atau gagasan.

B. Dinamika psikologis perilaku konsumen
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendefinisikan batasan perilaku konsumen sebagai kecenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batasan, dan manusia mementingkan faktor keinginan daripada kebutuhan. Oleh karena itu, kecenderungan perilaku mengkonsumsi biasanya melekat pada seseorang apabila orang tersebut memberi sesuatu di luar kebutuhan sebagai berikut pembelian tidak lagi didasarkan pada faktor kebutuhan, tetapi sudah pada taraf keinginan yang berlebihan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah terdapat berbagai faktor yang kompleks dan umumnya hal tersebut tidak lepas dari faktor lingkungan dimana konsumen berada. Menurut Stanton (dalam Mangkunegara, 2002) terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor sosial budaya yang mencakup kebudayaan, budaya khusus, kelas sosial, kelompok sosial, referensi dan keluarga. Selain itu terdapat pula faktor psikologis yang mencakup motivasi, persepsi, proses belajar, serta kepercayaan dan sikap. Selanjutnya perilaku konsumen tersebut yang sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan membeli.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s